HUBUNGAN IMAN DAN ILMU

HUBUNGAN IMAN DAN ILMU

Sekarang ini masyarakat umumnya membedakan ilmu agama dengan ilmu non agama. Sedangkan dalam konsep Islam tidak ada dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, karena keduanya bersumber dari Allah dan berguna untuk mengenal Allah. Oleh karena itu, orang yang berilmu (ilmu agama maupun ilmu umum) seharusnya menjadi mengenal dan bertambah dekat dengan Allah. Dengan kata lain, orang berilmu seharusnya imannya semakin kuat.
Menurut Nurcholis Madjid antara iman dan ilmu dalam Islam tak bisa dipisahkan. Menurutnya, ilmu adalah hasil pelaksanaan perintah Tuhan untuk memperhatikan dan memahami alam raya ciptaan-Nya. Ibnu Rusyd menerangkan bahwa antara iman dan ilmu tidak terpisahkan, meskipun dapat dibedakan. Tidak dapat dipisahkan dalam arti iman semestinya menghasilkan ilmu dan ia berfungsi membimbing ilmu dengan pertimbangan moral dan etis dalam penggunaannya. Ilmu berbeda dari iman karena ilmu berdasar pada observasi terhadap alam dan disusun melalui proses penalaran rasional atau berpikir sedangkan iman bersandar pada sikap pembenaran berita yang dibawa oleh Nabi.
Kata ilmu seakar kata dengan kata ‘alam (bendera atau lambang), alamah (alamat/pertanda) dan alam (jagad raya). Tiga kata ini, alam, alamah, dan ‘alam harus diketahui (dima’lumi), yakni menjadi objek pengetahuan. Jagad raya disebut alam karena fungsinya sebagai tanda kebesaran Sang maha Pencipta.
Untuk kepentingan analisis, tanda-tanda Tuhan dapat bedakan menjadi tiga, yaitu jagad raya, manusia, dan wahyu. Ketiga menghasilkan ilmu yang berbeda-beda tetapi tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.
Manusia yang ingin menyingkap rahasia Allah melalui tandanya berupa jagad raya menggunakan ilmu-ilmu fisik (fisika, kimia, geografi, geologi, astronomi dll). Mereka yang hendak mengenal Allah melalui tandanya berupa manusia menggunakan ilmu struktur tubuh manusia (kedokteran, biologi, sosiologi, kilmu komunikasi, sejarah, ekonomi dll) dan mereka yang ingin mengenal Allah melalui tandanya berupa wahyu menghasilkan ilmu-ilmu keagamaan, seperti ulumul qur’an, ulumul hadis, tafsir, fikih, tasawwuf. Jalur manapun yang ditempuh akan melahirkan manusia yang semakin dekat dengan Tuhan atau semakin kuat imannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: