ISLAM DAN KEBUDAYAAN ISLAM

ISLAM DAN KEBUDAYAAN ISLAM

Apakah Islam itu bagian dari hasil karya, karsa, dan cipta manusia?

Nurcholis Madjid menjelaskan hubungan agama dan budaya. Menurutnya, agama dan budaya adalah dua bidang yang dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan. Agama bernilai mutlak, tidak berubah karena perubahan waktu dan tempat. Sedangkan budaya, sekalipun berdasarkan agama, dapat berubah dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Sebagian besar budaya didsarkan pada agama; tidak pernah sebaliknya. Budaya bisa merupakan ekspresi hidup keagamaan.
Dalam pandangan Harun Nasution, agama pada hakekatnya mengandung dua kelompok ajaran. Kelompok pertama, ajaran dasar yang diwahyukan Tuhan melalui para Rasulnya yang terdapat dalam kitab suci. Ajaran tersebut memerlukan penjelasan, baik mengenai arti maupun cara pelaksanaannya. Penjelasan ini diberikan oleh para pemuka atau ahli agama. Penjelasan-penjelasan mereka terhadap ajaran dasar agama adalah kelompok kedua dari ajaran agama.
Kelompok pertama, karena merupakan wahyu dari Tuhan bersifat absolut, mutlak benar, kekal, tidak berubah dan tidak bisa diubah. Kelompok kedua, karena merupakan penjelasan dan hasil pemikiran pemuka atu ahli agama, pada hakikatnya tidaklah absolut, tidak mutlak benar, tidak kekal, melainkan relatif, nisbi, berubah, dan dapat diubah sesuai dengan perkembangan zaman.
Menurut ulama kelompok pertama tidak banyak jumlahnya dan terdapat di dalam Alquran dan hadis mutawatir, yang banyak adalah kelompok kedua.
Kaitannya dengan hubungan kemasyarakatan, jumlah ayat yang mengatur nya menurut Harun Nasution hanya sedikit, hanya 228 ayat (3,5 %).
Alquran dan Sunnah yang shahih bukan termasuk budaya. Tetapi pemahaman ulama terhadap ajaran dasar agama merupakan hasil karsa ulama. Oleh karena itu, ia merupakan bagian dari kebudayaan. Akan tetapi ummat Islam meyakini bahwa kebudayaan yang merupakan hasil upaya ulama dalam memahami
ajaran dasar agama Islam dituntun oleh petunjuk Tuhan, yaitu Alquran dan Sunnah karena itu ia disebut kebudayaan Islam.
Pada tingkat praktis, agama Islam merupakan produk budaya karena ia tumbuh dan berkembang melalui pemikiran ulama dengan cara ijtihad, di samping itu, ia tumbuh dan berkembang karena terjadi interaksi sosial di masyarakat.
Jadi, sumber ajaran atau dasar agama Islam, yakni Alquran dan Hadis bukanlah budaya karena bukan produk pikiran manusia, sedangkan penjelasan sumber ajaran tersebut yang terbentuk menjadi berbagai disiplin ilmu merupakan bagian dari kebudayaan Islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: