PENELITIAN AGAMA DAN PENELITIAN KEAGAMAAN

PENELITIAN AGAMA DAN PENELITIAN KEAGAMAAN

Oleh  Rustina N

Middleton, Guru besar antropologi di New York University, berpendapat bahwa penelitian agama (reseach onreligion) berbeda dengan penelitian keagamaan (religius reseach). Penelitian agama lebih mengutamakan pada materi agama, sehingga sasarannya terletak pada tiga elemen pokok, yaitu ritus, mitos, dan magik. Sedangkan penelitian keagamaan lebih mengutamakan pada agama sebagai sistem atau sistem keagamaan. Penelitian agama Islam adalah penelitian yang obyeknya adalah substansi agama Islam: kalam, fikih, akhlak, dan tasawuf. Sedangkan penelitian keagamaan Islam adalah penelitian yang obyeknya adalah agama sebagai produk interaksi sosial. Sedangkan Atho Muzdhar berpendapat bahwa penelitian agama adalah penelitian yang sasarannya adalah agama sebagai doktirn dan penelitian keagamaan adalah penelitian yang sasarannya agama sebagai gejala sosial.
Dalam pandangan Juhaya S. Praja penelitian agama adalah penelitian tentang asal-usul agama, pemikiran serta pemahaman penganut ajaran agama tersebut terhadap ajaran yang terkandung di dalamnya. Lahan penelitian agama ini adalah 1) sumber ajaran agama yang telah melahirkan disiplin ilmu tafsir dan ilmu hadis 2) pemikiran dan pemahaman terhadap ajaran agama yang terkandung dalam sumber ajaran agama yang telah melahirkan filosafat Islam, ilmu kalam, tasawuf dan fikih.
Adapun penelitian tentang hidup keagamaa (penelitian keagamaan) adalah penelitian tentang praktik-praktik ajaran agama yang dilakukan oleh manusia secara individual dan kolektif. Penelitian keagamaan ini meliputi: 1) Perilaku individu dan hubungannya dengan masyarakatnya yang didasarkan atas agama yang dianutnya; 2) Perilaku masyarakat atau suatu komunitas, baik perilaku politik, budaya maupun yang lainnya yang mendefinisikan dirinya sebagai penganut suatu agama; 3) Ajaran agama yang membentuk pranata sosial, corak perilaku, dan budaya masyarakat beragama.
Berkenaan dengan metode penelitian yang diperlukan, maka untuk penelitian yang berkenaan dengan pemikiran atau gagasan dapat digunakan metode filsafat, dan untuk penelitian agama berkenaan dengan sikap perilaku agama, dapat digunakan metode ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, antropologi, dan psikologi. Sedangkan penelitian yang berkaitan dengan benda-benda keagamaan maka yang tepat digunakan adalah metode arkeologi. (Atang Abd. Hakim dan Jaih Mubarok, Metodologi Studi Islam, h. 55-62.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: